Jumat, 16 Januari 2009

bahu sahabatku

begitu banyak persinggan ku kunjungi
sepanjang sumbu nyawaku
tapi hanya di bahumu
kutemukan diriku sebenarnya
tempatku berteduh dari hujan
sebuah tepi dari terik matahari
daratan bagi lautan yang maha luas
perahu di danau tak bertepi
penopang bagi hatiku yang rapuh

lihatlah betapa basahnya bahumu
tetesan air mataku
membasahi bahumu..

tak ada yang dapat kulakukan
ku tak bisa membalasnya dengan apapun
hanya do'a yang dapat membalasnya

kau sahabat terbaikku
sampai kapan pun..

1 komentar:

cintya mengatakan...

tu puisi bagus banget. ntar ak jga mu msukin puisi. ntar kamu comment jga okok...!